Indonesia Pasar Kedua Terbesar Wisatawan Malaysia

PADANG, HALUAN — Ma­laysia tidak pernah berhenti mempromosikan objek-ob­jek wisatanya, termasuk berbagai hal yang dapat di­nikmati wisatawan di ne­ga­ranya. Promosi itu secara berkala dilakukan oleh Ma­laysia Tourism Promotion Board ke berbagai daerah yang potensial untuk meng­gaet wisatawan.

Karena itulah, Tourism Malaysia Medan menggelar Malaysia Seminar Pre­sen­tation 2016, Kamis (27/10), di Inna Muara Hotel. Hal itu di­lakukan dalam upaya men­­­jadikan Malay­sia se­ba­gai tujuan utama melancong melalui ber­ba­gai iven dan festival tingkat dunia. Iven ini memberikan kesempatan kepada para penjual dari Malaysia dan pelaku bisnis pariwisata di Padang untuk bertemu, bertukar informasi, dan menjalin hubungan yang lebih erat, sehingga ter­cip­ta hubungan bisnis yang harmonis dan saling me­nguntungkan.

Direktur Tourism Mal­aysia Medan En. Azhari Ha­ron pada kesempatan itu menyebutkan, setelah Singa­pura, Indonesia merupakan pasar kedua terbesar turis ke Malaysia. “Total wisatawan yang datang ke Malaysia pada 2015 sebanyak 25,72 juta. Sebanyak 2,78 juta di antaranya berasal dari In­do­ne­sia. Malaysia berhasil me­raup 69,1 miliar Ringgit da­ri para wisatawan yang ber­kunjung sepanjang 2015,” ujar En. Azhari.

Medical tourism meru­pakan salah satu tujuan warga Sumbar untuk ber­kunjung ke Malaysia, ter­utama Kuala Lumpur. Selain itu, berbagai objek wisata dan wisata belanja menjadi tujuan wisatawan.

Pada kesempatan itu, Tourism Malaysia mem­per­ke­nalkan Miss Shopia, ikon Ma­laysia untuk mem­pro­mo­sikan Malaysia Shop­ping Heaven. Tujuannya untuk menarik perhatian para pem­beli pada tiga pro­gram pen­jualan tahunan Malaysia, yakni 1Malaysia Super Sale (1-31 maret), 1Malaysia Me­ga Sale Car­nival (15 Jui – 31 Agus) dan 1Malaysia Year End Sale (1 November – 31 Desember). Ketiganya me­na­warkan jua­lan besar-besaran, diskon istimewa hingga 70 persen, tawaran bebas cukai di pin­tu-pintu masuk dan keluar, serta berbagai acara dan aktivitas di komplek-kom­plek perbelanjaan di selu­ruh Malaysia.

Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah menyebutkan, sebetulnya bukan hanya Malaysia yang melakukan promosi wisata ke Sumbar. Sumbar juga melakukan pro­mosi serupa ke Malaysia. Apalagi saat ini banyak des­tinasi-destinasi wisata baru yang diperkenalkan ke se­luruh dunia.

Ia memuji Malaysia yang he­bat mempro­mo­si­kan wisa­ta­nya, misalnya ber­promosi di Mekkah, se­hingga orang-orang dari se­luruh dunia yang ber­ibadah ke Mekkah bisa me­lihat promosi itu. “Ter­ma­suk promosi yang me­ngun­dang, seperti tiket pe­nerbangan yang murah dan hanya 55 menit terbang dari BIM,” kata Ian.

Source : Harian Haluan

Leave a Reply